Sabtu, 20 September 2014

Anggota Polres Parimo Ciptakan Sejarah


Pekan Olahraga Provinsi Sulawesi Tengah yang berlangsung di Kabupaten Poso sejak tanggal 9 sampai dengan 16 September 2014 berlangsung aman dan lancar, dan pada akhir penyelenggaraan Porprov, semua perolehan medali akan diakumulasi untuk mengetahui Kabupaten mana yang akan menjadi Juara umum.

Berikut daftar perolehan medali masing-masing Kabupaten pada ajang Pekan Olahraga 4 tahunan ini:
1. PALU : 51 emas, 37 perak, 42 perunggu
2. POSO : 29 emas, 24 perak, 27 perunggu
3. SIGI : 29 emas,16 perak,17 perunggu
4. PARIMO : 21 emas, 27 perak, 30 perunggu
5. BANGGAI : 14 emas, 24 perak, 40 perunggu.
6. TOLI TOLI :  11 emas,12 perak ,25 perunggu
7. BUOL : 10 emas,13 perak, 17 perunggu
8. DONGGALA : 6 emas,13 perak, 25 perunggu
9. TOUNA : 3 emas, 7 perak, 12 perunggu
10. MOROWALI : 3 emas, 4 perak, 9 perunggu
11. BANGGAI KEPULAUAN :  2 emas, 2 perak, 13 perunggu
12. MOROWALI UTARA :  2 emas, 1 perak, 7 perunggu
13. BANGGAI LAUT : 0 emas, 1 perak, 1 perunggu

Kabupaten Parigi Moutong berada pada urutan ke empat dengan mengumpulkan 21 emas, 27 perak, dan 30 perunggu. semua perolehan medali terkumpul dari berbagai cabang olahraga. salah satu cabang olahraga yang menyumbangkan emas adalah cabor Pencak Silat.

Cabor Pencak Silat menyumbangkan 3 emas, dan peraih medali emas pertama cabor pencak silat adalah I Kadek Sriana, S.Sos  yang merupakan seorang Polisi yang bertugas di Satuan Lalulintas Polres Parigi Moutong. kemudian disusul Firman dan Maklon.

Polisi berpangkat Brigadir Polisi ini menorehkan sejarah baru dalam Pekan Olahraga Provinsi yakni sebagai pesilat yang memenangkan pertandingan dengan kemenangan KO berturut-turut sejak babak penyisihan hingga partai final, semua lawan dikalahkan dengan buang handuk. (menyerah sebelum waktu pertandingan berakhir)

Kedepan Polisi ini harus mempersiapkan diri untuk pertandingan selanjutnya yaitu Pra-PON XIX di Gorontalo dan jika berhasil menang maka akan mempersiapkan diri tampil di PON XIX di Jawa Barat. mari kita doakan semoga ia berhasil dalam pertandingannya dan bisa mengharumkan nama Polri pada umumnya dan khususya Polres Parigi Moutong.

Jumat, 15 Agustus 2014

Polisi Minta Uang


Hari ini Jumat Tanggal 15 Agustus 2014 Pukul 10.20 Wita telah terjadi kecelakaan lalulintas antara mobil pick up hitam dengan sepeda motor yamaha mio soul putih di Jalan Trans Sulawesi Desa Pelawa Kecamatan Parigi Kabupaten Parigi Moutong.

Saya mendatangi TKP (tempat kejadian perkara) bersama Briptu Vikri, di TKP saya mendapati sepeda motor mio soul sudah di naikkan diatas mobil pick up. keterangan dari pemilik mobil dan pemilik motor bahwa pemilik mobil akan mengganti motor yang rusak dengan motor yang baru. 

Kronologi kejadian berawal dari mobil pick up yang bergerak dari arah Parigi menuju Toboli, cuaca hujan gerimis, jalan lurus, basah, ketika berada di Desa Pelawa, mobil oleng dan menabrak motor mio soul yang sedang parkir disebelah kiri dan menabrak rambu lalulintas hingga tercabut.


Setelah Briptu Vikri mendata identitas pengemudi dan pemilik motor, saya mengajak mereka untuk diselesaikan di Polres, pemilik mobil atas nama ibu Sri menolak ke Polres, "saya akan ganti ini motor dengan yang baru, jadi saya tidak mau ke Polres" ucap ibu Sri. Saya kembali mejelaskan bahwa jika tidak ke Polres nanti penyelesaiannya tidak ada kejelasan, ibu itu kembali menolak dan mengatakan tidak akan ada masalah saya akan ganti motor ini. dalam benak saya  mengatakan oke, tidak mau diatur ya sudah lebih bagus lagi, kita tidak perlu repot mengurusi kecelakaan ini, lebih baik kita pergi saja. namun saya berpikir mungkin ibu ini belum paham dengan penjelasan saya bahwa ke Polres adalah guna menguntungkannya. Saya hampiri lagi ibu Sri dan mengatakan, "ibu, mari kita ke Polres agar ada surat pernyataan dan kejelasan", sontak ibu itu menjawab dengan sedikit kesal, "saya tidak mau ke Polres nanti saya disalahkan" saya sampaikan ibu sudah menabrak motor dan rambu, berarti ada kesalahan yang ibu lakukan, walaupun tidak disengaja, ibu telah melakukan kesalahan karena telah lalai mengendarai kendaraan sehingga menabrak. Ibu Sri kembali menjawab "saya tidak mau kepolres, saya sudah berniat baik, akan mengganti motor ini dengan yang baru, terus saya mau disalahkan lagi disana, saya bayar motor, SAYA HARUS BAYAR POLISI LAGI". saya terdiam, saya marah, saya merasa ditampar dengan pernyataannya di hadapan banyak masyarakat berkerumun. saya mecoba tenang dan sabar, saya mencoba mengerti penyebab ibu tidak mau ke Polres, karena ia merasa saya akan meminta uang kepadanya. belum keluar kata-kata dari mulut saya karena antara kemarahan dan perasaan memahami bercampur, anaknya Ibu Sri mengatakan ia Pak mari ke Polres pak, akhirnya Ibu Sri mau diajak ke Polres.

Selama perjalanan saya masih terngiang kata-kata Polisi minta uang, singkat cerita kami tiba di Polres, perasaan saya masih tidak senang dengan perkataan ibu itu, kemudiaan saat ibu dan pengemudi duduk dengan tenang saya jelaskan, "ibu saya sangat kecewa dengan bahasa ibu bahwa kami akan minta uang ke ibu, disini jika ibu disuru bayar, saya yang akan ganti uangnya ibu". kemudian ibu itu minta maaf, "maaf pak, saya salah bicara, soalnya seperti itu saya dengar dari orang-orang diluar, saya minta maaf".

Sahabat Online, Jika sahabat mengalami kecelakaan, segeralah melapor ke Kepolisian setempat, adapun keuntungan dari melapor adalah :
  1. Adanya pihak yang menengahi diantara kedua belah pihak yang terlibat kecelakaan;
  2. Penyelesaian perkara dapat diselesaikan dari kesepakatan kedua belah pihak bukan dari kemauan Kepolisian, yang dituangkan dalam surat pernyataan, sehingga tertulis jelas siapa yang mengganti apa, berapa besar penggantian, dan kapan akan diganti;
  3. Mempercepat proses pengurusan jasa raharja jika ada korban, karena dasar pengeluaran jasa raharja adalah Laporan Polisi.
  4. Jangan mendengar isu tetangga yang mengatakan bila masuk kantor Polisi akan ribet dan harus bayar. semua tindakan Polisi harus dilandasi Undang-undang, Jika ada perbuatan Polisi yang menyimpang, bisa kita laporkan. sekarang adalah era keterbukaan publik, sangat mudah untuk melaporkan Polisi yang menyimpang.

Tidak ada siapapun yang ingin mengalami kecelakaan, tapi siapapun bisa mengalami kecelakaan. periksalah keadaan kendaraan anda sebelum berkendara, lengkapi diri anda dengan pelindung diri, konsentrasi selama berkendara, perhatikan rambu-rambu lalulintas, kurangi kecepatan di daerah asing, jalan berbelok, jalan berlubang, dan jalan basah. JADILAH PELOPOR KESELAMATAN BERLALULINTAS

Kamis, 14 Agustus 2014

Sepak Terjang Kanit Dikyasa Polres Parigi Moutong

Koar-koar, (sering berbicara) adalah tugas pokok yang diemban seorang kanit dikyasa. kanit dikyasa adalah kependekan dari Kepala Unit Pendidikan dan Rekayasa Lalulintas. sejak september 2013 sampai kini, posisi ini masih di pegang oleh Bripka Arman, SH beliau lulusan SPN Batua Tahun 2001.

Tugas Pokok Kanit Dikyasa adalah memberikan pendidikan kepada masyarakat guna terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalulintas, beliau keluar masuk sekolah untuk memberikan pendidikan kepada para pelajar, bersenda gurau dengan tukang ojek sudah hal biasa dilakukannya, bersama anggotanya Briptu I Nyoman Ari Prayitno bahu membahu mengajak pengguna jalan untuk tertib berlalulintas.

Minggu, 01 Juni 2014

Kantor Polres Parigi Moutong

Alamat Polres Parigi Moutong berletak di Jalan Trans Sulawesi Desa Pangi Kecamatan Parigi Utara